Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

70 “Masjid Cahaya” Memeriahkan Festival Lampu Colok 2018

Salah satu dari 70 miniatur dalam gelaran Festival Lampu Colok 2018. (Instagram/dek_madz)

Lampu colok adalah alat penerangan sederhana terbuat dari kaleng bekas yang diberi sumbu kompor dan minyak tanah sebagai bahan bakar. Dahulu, lampu colok dipakai sebagai alat penerang jalan, kini para pemuda pemudi di Bengkalis membuat berbagai gambar miniatur dari api lampu colok.

BENGKALIS-KABARE.ID: Warga Kabupaten Bengkalis tumpah ruah ke jalan dan memadati lokasi peresmian Festival Lampu Colok 2018, yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Bengkalis, Bustami H.Y. di di lapangan bola Desa Meskom, Kecamatan Bengkalis, Senin malam (11/6/2018).

Masyarakat datang untuk menyaksikan keindahan lampu colok, alat penerangan sederhana terbuat dari kaleng bekas yang diberi sumbu kompor dan minyak tanah sebagai bahan bakar.

Sebagian besar masyarakat mengabadikan acara tahunan itu dengan berfoto dan mengunggah lampu colok ke akun media sosial pribadi masing-masing.

Dilansir dari antaranews.com, sebanyak 15 titik menjadi tempat didirikannya lampu colok, sedangkan total bangunan lampu colok se-kabupaten Bengkalis yang mengikuti festival ini, kurang lebih 70 unit.

Peresmian Festival Lampu Colok 2018 diawali dengan tausiyah, buka bersama, shalat maghrib berjamaah, makan malam bersama, dilanjutkan shalat isya dan terawih berjamaah.

Peresmian festival ditandai dengan pemasangan pertama lamu colok oleh Sekda Bengkalis Bustami, yang didampingi Kapolres Bengkalis, Kadis Disbudparpora, anggota DPRD Provinsi Riau, serta anggota DPRD Bengkalis. (ant/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post