Monday 8 May 2015 / 22:03
  • Hingga Jumat (3/4), 1.986 orang di Indonesia Positif Covid-19, 134 orang sembuh, dan 181 meninggal.
SENI BUDAYA

5 Fakta Menarik Tentang Rumah Panggong Belitung

Rumah Panggong Belitung. (Foto: Pesona.travel)

Dari bentuk rumahnya, orang bisa tahu siapa pemilik rumah panggong, termasuk dari jumlah anak tangganya. Kalau bukan bangsawan, rumah panggong tidak boleh memiliki lebih dari tiga anak tangga.

JAKARTA – KABARE.ID: Belitung tidak hanya menawarkan keindahan pantai dan batu granit. Bagi penikmat wisata sejarah dan budaya, wisata ke rumah adat Belitung merupakan alternatif yang wajib dicoba. Orang Belitung biasa menyebut rumah adat mereka dengan sebutan Rumah Panggong (rumah panggung). Ada beberapa hal yang menarik terkait dengan Rumah Panggong khas masyarakat Belitung. Yuk, kenali sebelum meluncur ke lokasi aslinya.

Kental Unsur Budaya Melayu

Rumah panggong sangat kental dengan budaya Melayu yang biasa kita temukan di daerah-daerah sepanjang pesisir Sumatera dan Malaka. Seperti rumah khas melayu pada umumnya, rumah adat Belitung ada tiga tipe. Yaitu Arsitektur Melayu Awal, Melayu Bubung Panjang dan Melayu Bubung Limas. Rumah Melayu Awal berupa rumah panggung kayu dengan material seperti kayu, bambu, rotan, akar pohon, daun-daun atau alang-alang yang tumbuh dan mudah diperoleh di sekitar pemukiman. Rumah adat Belitung ini berbentuk limas, dahulu rumah limas merupakan kebanggaan pemiliknya. Dari bentuk rumahnya, orang bisa tahu siapa pemilik rumah tersebut.

Jumlah Anak Tangga

Ada perbedaan besar pada Rumah Panggong milik seorang bangsawan atau penduduk biasa. Perbedaannya, rumah bangsawan memiliki lima ruangan. Sedangkan rumah rakyat biasa hanya boleh sampai memiliki empat ruangan. Tidak hanya itu, ternyata dari sisi jumlah anak tangga juga berbeda. Di Belitung sendiri, jumlah anak tangga rumah haruslah ganjil. Untuk bangsawan lebih dari tiga anak tangga, tapi rakyat biasa hanya diperbolehkan memiliki tiga anak tangga.

Tamu dan Teras

Di rumah Panggong hanya tamu laki-laki yang bisa diterima di teras, sedangkan perempuan harus langsung masuk ke bagian tengah dan bisa ke dapur. Untuk laki-laki hanya sebatas sampai teras rumah.

Tidak Ada Sekat Ruangan

Ruang utama dalam rumah-rumah di Belitung biasa dijadikan sebagai tempat dilakukannya semua kegiatan keluarga, seperti kumpul-kumpul keluarga maupun untuk mengaji. Konsep rumah adat Belitung yang terbuka menjadikan rumah ini terlihat begitu lapang tanpa ada sekat-sekat di dalamnya. Orang tua dan anak tidur bersama di ruangan tersebut menggunakan kasur tipis atau tikar.

Pondasi Batu Granit

Jika di wilayah lain di Indonesia, batu granit digunakan sebagai dinding atau lantai rumah. Di Belitung batu granit dijadikan sebagai pondasi rumah. Pemakaian batu granit, dikarenakan pulau ini menyimpan banyak batu granit, sehingga mudah didapat serta batu granit juga terkenal kuat. Selain pondasi, semua bahan rumah terbuat dari kayu, mulai lantai, tiang penyangga, hingga atapnya. Kayu nyatoh adalah salah satu kayu yang terkenal berkualitas di Bangka Belitung.

Nah itu tadi beberapa fakta tentang rumah adat Belitung. Untuk bisa melihat secara langsung bentuk rumah adat Belitung, kita bisa mengunjungi rumah adat ini di Kota Tanjung Pandan. Tepatnya di Jalan Ahmad Yani, persis di samping Kantor Bupati Belitung. (*)

 

Sumber: Pesona.travel

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post