Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

4 Kuliner Legendaris di Jakarta

Mie ayam. (Pesona.travel)

Tak hanya bertahan di tempat yang sama selama 60 tahun, bahkan cita rasanya tak berubah. Yuk cicipi 5 kuliner legendaris Jakarta ini, nikmat dengan racikan bumbu otentik dan sentuhan nostalgia.

JAKARTA – KABARE.ID: Gado-gado, nasi uduk, mie ayam atau nasi goreng, merupakan kuliner Indonesia yang bisa ditemukan di mana saja. Namun 4 gerai legendaris di Jakarta ini berbeda. Mereka bertahan sejak tahun 1960’an, bertahan dari amukan api hingga berkembang dengan sejumlah cabang

Tak hanya bertahan di tempat yang sama, bahkan cita rasanya pun tak berubah. Uniknya, kedai-kedali kuliner ini bukan restoran mewah, bahkan ada yang kaki lima. Seperti pengelolanya yang dilakukan dan diturunkan secara turun temurun, pelanggannya pun bertahan dari berbagai generasi.

Berikut adalah 4 gerai kuliner legendaris di Jakarta:

Mie Ayam Gondangdia

Pergikuline.com


Mie ayam legendaris yang berdiri sejak 1968 ini, jadi langganan banyak orang terkenal hingga saat ini. Mienya yang halus dibuat sendiri, pangsit gorengnya yang renyah, daging ayamnya empuk dan manis, dengan racikan bumbu gurih yang tak berubah sejak empat dekade lalu. Tambahan bakso dan jamurnya membuat sajian Mie Gondangdia semakin bikin lidah bergoyang.

Selain mie, restoran ini juga menyajikan berbagai kuliner khas Tiongkok. Seperti capcya, ifu mie, ayam goreng mentega dan lain-lain. Beberapa tahun lalu Mie Gondangdia sempat terbakar habis dan harus pindah ke Cikini, tapi sejak tahun 2018 telah kembali menempati lokasi aslinya di jalan RP Soeroso, Jakarta Pusat.

Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih

Good Indonesian Food


Nasgor Kambing Kebon Sirih ini dimulai oleh Haji Nein pada tahun 1958, turun temurun hingga kini dikelola oleh generasi ketiganya.  Kios kaki limanya di pojokan jalan Kebon Sirih Barat, tak pernah sepi dari pembeli. Selagi mengantri, kita bisa menyaksikan langsung kokinya memasak nasi goreng langsung dalam jumlah yang besar di wajan raksasa.

Aroma rempah nan wangi tercium kuat dan menggoda di setiap piringnya. Rahasia kelezatannya berasal dari racikan rempah seperti kapulaga, kunyit, sereh dan lada, daging kambing pilihan dan minyak samin. Kalau potongan daging kambingnya dirasa masih kurang, kita bisa menambah sate kambing atau variasi nasi goreng ayam, telur, bakso sosis dan lain-lain.

Nasi Goreng Kebon Sirih buka mulai pukul 17.00 - 02.00 WIB, atau pukul 03.00 WIB pada akhir minggu. Mereka juga memiliki cabang di Jakarta Selatan di Bulungan, Bintaro 9 Walk dan Karang Tengah, di Pamulang serta Bandung.

Nasi Uduk Kebon Kacang

Grid.id


Di Jakarta ada ribuan warung nasi uduk bertitel Kebon Kacang. Konon kedai milik Zainal Fanani di Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta pusat inilah kita bisa menikmati cita rasa nasi uduk Kebon Kacang yang asli. Kedai ini berdiri sejak 1967, bernuansa Betawi dengan deretan ayam, udang, tahu, tempe, usus, empal dan paru terpajang di etalasenya.

Nasi uduk disajikan khas ala Betawi, dalam bungkusan daun pisang berukuran kerucut mini yang menjaga nasi tetap hangat dan aromanya wangi semerbak. Pilihan sambalnya ada sambal kacang, sambal terasi, kecap berikut jeruk limau. Nasi uduk bertabur bawang goreng, ditemani aneka lauk yang digoreng keemasan, dicocol sambal yang manis pedas asam ini. Nikmat!

Gado-Gado Bonbin

Viva.co.id


Rumah makan gado-gado ini berdiri sejak tahun 1960. Namanya Gado-Gado Bonbin, karena dulunya sebelum dipindah ke Ragunan, Kebun Binatang Jakarta ada di Cikini. Pemiliknya adalah Oma Lanny, yang hingga kini masih aktif melayani pelanggan di kiosnya yang otentik bergaya tempo dulu.

Rahasia kelezatan Gado-Gado Bonbin tentu saja ada di racikan bumbunya. Oma Lanny memakai kacang tanah Vietnam yang disangrai dan dikupas terlebih dahulu, bumbunya halus, tidak terlalu pekat dan tidak ada rasa pahit.

Gado Gado BonBin tidak hanya menyajikan gado-gado, ada juga asinan, yang juga memakai bumbu kacang, mie baso, nasi rames, lontong cap gomeh, es dawet, es kelapa muda, dan lain - lain. Harganya mulai Rp30 ribu per porsi. (*)

 

Sumber: Pesona.travel

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post