Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

4 Fakta Menarik Tentang Jam Gadang

Foto: Pesona.travel

Sebutan 'Gadang' diambil dari bahasa Minangkabau yang memiliki arti 'besar'. Sehingga bisa diartikan bahwa Jam Gadang adalah menara besar yang memiliki jam.

JAKARTA - KABARE.ID: Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki banyak tempat wisata, salah satunya Kota Bukittinggi. Bila pergi ke Bukittinggi, belum sah rasanya jika tidak mengunjungi Jam Gadang.

Sebutan 'Gadang' sendiri diambil dari bahasa Minangkabau yang memiliki arti 'besar'. Selain besar, Jam Gadang juga memiliki atap seperti rumah khas Minang. Berikut 4 fakta menarik tentang Jam Gadang yang mungkin belum banyak diketahui orang:

1. Hadiah dari Ratu Belanda

Tahun 1926 Jam Gadang mulai dibangun dan merupakan salah satu bentuk hadiah dari Ratu Belanda kepada sekretaris kota zaman pendudukan Belanda. Pada saat itu, Yazin dan Sutan Gigi Ameh merupakan orang asli Indonesia yang menjadi arsitek dari bangunan tersebut. Sampai saat ini hadiah yang diberikan Ratu Belanda tersebut masih berdiri megah di Bukittinggi.

2. Mirip Big Ben London
 

Jam Gadang memiliki kemiripan dengan bangunan jam yang ada di London, yakni Big Ben. Bukan hanya itu, mesin penggerak Jam Gadang dan Big Ben dibuat oleh orang yang sama. Brixlion merupakan sebutan untuk mesin penggerak manual yang dibuat oleh bangsawan ternama pada saat itu, yakni Forman.

Menurut sejarah mesin Brixlion ini hanya ada dua di dunia, yakni pada penggerak Jam Gadang dan juga Big Ben. Hal itu tentu saja merupakan sebuah kebanggaan untuk masyarakat Indonesia.

3. Sekali Ganti Bandul Jam


Bandul jam pada Jam Gadang sempat patah saat Sumatera Barat diguncang gempa bumi yang cukup hebat pada tahun 2007. Gempa berkekuatan 6,4 skala richter ini getarannya bahkan terasa hingga ke negara Singapura dan Malaysia.

Jam Gadang merupakan salah satu bangunan yang terkena dampak dari bencana gempa bumi tersebut. Pada saat itu, bandul penggerak Jam Gadang putus. Namun pemerintah segera melakukan pergantian sehingga bandul yang dilihat wisatawan pada saat ini adalah versi baru.

4. Tanpa Rangka Besi dan Semen


Bangunan yang berdiri kokoh ini memiliki luas alas 13×4 meter dan tinggi 26 meter, tetapi siapa sangka bangunan ini dibuat tanpa rangka besi dan semen. Pembangunan Jam Gadang ini menggunakan campuran putih telur, pasir putih, dan kapur. Tentu saja hal itu menjadi salah satu bukti kehebatan dari teknik pembangunan zaman dulu.

Nah, itulah beberapa fakta menarik tentang Jam Gadang yang ada di Bukittinggi. Sudahkah Anda melihat kemegahan Jam Gadang secara langsung? Jika belum, yuk segera berwisata ke Bukittinggi. (*)


 

Sumber: Pesona.travel

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post