Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

2.500 Penari Jaipong Berhasil Memecahkan Rekor ORI

Sedikitnya 2.500 penari memeriahkan gelaran BIAF #4. Kegiatan itu sekaligus berhasil memecahkan rekor dari Original Record Indonesia Award. (Antara/Novrian Arbi)

Festival seni tari internasional, Bandung International Art Festival (BIAF) #4 berhasil memecahkan rekor Original Record Indonesia Award untuk menari Jaipongan Daun Pulus Keser Bojong terbanyak.

JAKARTA-KABARE.ID: Sebanyak 2.500 penari berhasil memecahkan rekor Original Record Indonesia Award untuk menari Jaipongan Daun Pulus Keser Bojong masal di hari bebas kendaraan bermotor (CFD), ruas Jalan Ir. H. Djuanda (Dago), Bandung, Minggu (29/7/2018).

Perhelatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari ini diikuti peserta mulai dari anak balita usia 3 tahunan hingga orang tua.

“Event seni budaya seperti BIAF yang menampilkan tarian jaipongan masal yang diikuti lebih dari 2.500 orang penari menunjukan bahwa Kota Bandung memang merupakan kota seni budaya dan juga kota pariwisata,” ujar Kenny, seperti dikutip Pikiranrakyat.com.

Menurut Kenny, tari jaipongan karya maestro seni tari Jawa Barat Gugum Gumbira Tira Sondjaja yang berakar dari kesenian tradisional Ketul Tilu, Pencak Silat, dan Topeng Banjet, hingga kini masih digemari. Hal ini terlihat dari ragam peserta yang masih menjaga seni tradisi dengan baik.

Sedikitnya 2.500 penari memeriahkan gelaran BIAF #4. Kegiatan itu sekaligus berhasil memecahkan rekor dari Original Record Indonesia Award. (Antara/Novrian Arbi)

 

Hal senada diungkapkan Direktur BIAF#4, Deden Tresnawan yang menilai apresiasi dan dukungan para pecinta tari jaipongan sangat besar.

Awal Juni 2018 tercetus ide Seribu Penari Jaipong lewat media sosial Facebook, langsung masuk 83 sanggar tari dan 700 lebih penari yang mendaftar. Memasuki awal Juli, ada 100 lebih sanggar, puncaknya (29 Juli) terdaftar 2.732 penari dari 170 sanggar tari dari 18 kabupaten dan kota di Jawa Barat, kata Deden.

Kegiatan yang diinisiasi Jaringan Seniman Kampung (Japung) dan Masyarakat Seni Tradisi Indonesia (MASRI) mendapat dukungan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, UPTD Pengelolaan Kebudayaan Jawa Barat, dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. (bas)

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post