Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

202 Stan Memeriahkan Pameran Kerajinan ICRA 2018

Salah satu sudut di pameran ICRA 2018. Pengunjung bisa menemukan aneka kerajinan, mulai dari dekorasi rumah hingga wastra adati. (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

Pameran produk kriya serta produk interior karya para pengrajin Indonesia, Interior & Craft (ICRA) kembali diselenggarakan untuk yang ke-18 kalinya di Jakarta.

JAKARTA-KABARE.ID: Menempati Lobby Hall A Balai Sidang Jakarta/ Jakarta Convention Center (JCC), pameran ICRA 2018 diikuti 202 stan yang menampilkan aneka produk kreatif mulai dari dekorasi rumah, wastra adati seperti batik, tenun, dan songket.

Ada juga aneka kerajinan yang terbuat dari kayu, anyaman, logam, perhiasan emas, perak, batu, keramik, serta gerabah yang berbasis etnik tradisional hingga modern.

Salah satu sudut di pameran ICRA 2018. Pengunjung bisa menemukan aneka kerajinan, mulai dari dekorasi rumah hingga wastra adati. (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

 

"Pameran ICRA telah berlangsung sejak 2001. Pameran ini merupakan ajang uji petik pasar bagi para kreator dan pengrajin nasional untuk berinteraksi dengan pasar dan konsumen dalam maupun luar negeri,” ujar Titiek Djoko Sumaryono, Ketua Panitia Penyelenggara ICRA 2018 dalam sambutan pembukaanya di JCC, Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Keunggulan produk ekonomi kreatif berbasis budaya, katanya, mewarisi sejarah sehingga punya daya saing yang tinggi jika dikemas dengan cara baik.

"Inilah wahana yang tepat untuk memenuhi selera para pecinta kerajinan Indonesia yang berkualitas, karena di sini para desainer dan pengrajin terus berinovasi menyuguhkan karya-karya kreatif untuk memenuhi selera masyarakat,” sambung Titiek.

Titiek Djoko Sumaryono, Ketua Panitia Penyelenggara ICRA 2018 saat memberikan kata sambutan di acara pembukaan ICRA ke-18 di JCC, Jakarta, Rabu (12/9/2018).


Mengusung tema “Dari Kearifan Lokal Nusantara menuju Trend Pasar Global”, Titiek berharap karya kerajinan Indonesia bisa semakin mendunia dan secara khusus dicintai, serta digunakan oleh masyarakat dalam negeri.

“Kerajinan tradisional telah dikenalkan oleh leluhur sehingga kita wajib menggunakan dan melestarikan, dalam hal ini tidak hanya diproduksi, tetapi juga harus dipakai dan digunakan dalam berbagai kesempatan,” kata Titiek.

Pertunjukan Wakaido oleh pelajar Jepang di acara pembukaan ICRA 2018. (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

 

Pameran ICRA 2018 diresmikan oleh Deputi Pemasaran Bekraf, Joshua Simanjuntak dengan simbolis pemukulan alat musik Wakaido, semacam drum tradisional Jepang.

Acara peresmian juga dimeriahkan pertunjukan Wakaido oleh pelajar Jepang yang berhasil menghibur para pengunjung. (bas)

 

Baskoro Dien

  1. Avatar
    Suharta Friday, 14 September 2018

    Sangat menarik saya jadi penasaran sekarang juga mau liat sama bos dan rekan kerja siapa tahu ada inspirasi untuk desain prodak piviko mksh

KOMENTAR

Popular Post