Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

20.000 Orang di Daerah Terpencil Indonesia dan Timor Leste Dapat Bantuan Akses Listrik

Ilustrasi: Foto, UNDP Indonesia.

Sekitar 20.000 orang yang tinggal di pedesaan dan daerah terpencil di Indonesia dan Timor-Leste akan mendapatkan akses listrik dan air bersih dari tenaga surya sebagai hasil dari inisiatif 18 juta dolar AS yang didanai oleh proyek empat tahun Korea International Cooperation Agency (KOICA).

JAKARTA - KABARE.ID: Proyek ACCESS (Accelerating Clean Energy Access to Reduce Inequality) ini merupakan kerjasama antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia dengan Ministry of State Administration Republik Timor-Leste dan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) di Indonesia dan Timor-Leste.

“Dengan menghadirkan akses listrik yang andal dan terjangkau, ACCESS akan mengubah kehidupan ribuan orang yang tidak memiliki akses ke listrik di daerah terpencil di Indonesia Timur dan juga Timor Leste. Proyek ini menunjukkan komitmen UNDP, bersama dengan KOICA, untuk menjangkau populasi yang paling termarjinalisasi dan mengurangi ketimpangan, sesuai agenda pembangunan PBB untuk memastikan tidak seorangpun tertinggal," kata Plt. Kepala Perwakilan UNDP Indonesia, Sophie Kemkhadze, melalui siaran pers, Kamis (10/9/2020).

Hingga saat ini, lebih dari 10 juta orang Indonesia dan sekitar 37.000 keluarga di Timor-Leste tidak memiliki akses listrik yang dapat diandalkan. Mayoritas dari mereka tinggal di bagian terpencil kedua negara tersebut, di mana proyek ini difokuskan.

Di Indonesia, ACCESS akan dilaksanakan di 23 desa di provinsi Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Tengah. Proyek ini akan membangun pembangkit listrik tenaga surya off-grid dengan kapasitas total 1,2 Mega Watt.

Sementara, di Timor-Leste proyek ini akan dilaksanakan di 25 desa di Kota Dili (pulau Atauro), Manatuto dan Bobonaro, dan akan menggunakan sekitar 1.000 lampu tenaga surya yang hemat energi dan 10 pompa air tenaga surya untuk menyediakan akses air bersih.

Proyek ACCESS juga menjadi contoh kerjasama Selatan-Selatan di bidang energi bersih dengan pembentukan perusahaan/koperasi jasa energi terbarukan/renewable energy service company/cooperative (RESCO) dan pertukaran teknologi lampu penerangan tenaga surya hemat energi antara Indonesia dan Timor-Leste, dengan dukungan dari KOICA.

“Elektrifikasi di daerah terpencil, saat ini di abad ke-21, tidak lagi dianggap sebagai kemewahan bagi mereka yang berpendapatan tinggi, melainkan menjadi kebutuhan dasar bagi semua orang, baik di perkotaan atau daerah pedesaan. Merupakan kebanggaan besar melihat pengembangan tenaga listrik di Timor-Leste," ujar Miguel Pereira de Carvalho, Minister of State Administration Timor-Leste. (rls)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post