Monday 8 May 2015 / 22:03
  • Hingga Jumat (3/4), 1.986 orang di Indonesia Positif Covid-19, 134 orang sembuh, dan 181 meninggal.
Komunitas

183 Olahan Kelor Masuk Rekor MURI

Sejumlah pengunjung memadati arena Festival Makanan Berbahan kelor di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (5/12). (Antarafoto/Basri Marzuki)

Festival makanan bertema "Kelor Palu Menembus Dunia" menyajikan 183 jenis makanan dari bahan dasar kelor untuk mengenalkan kekhasan kelor kepada masyarakat. Ke-183 olahan kelor tersebut mendapat rekor dari MURI sebagai makanan dengan bahan utama kelor terbanyak di dunia.

Palu - Ratusan makanan dipajang pada Festival Makanan Berbahan kelor di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (5/12). Festival makanan bertema "Kelor Palu Menembus Dunia" itu menyajikan 183 jenis makanan dari bahan dasar kelor yang dimaksudkan untuk mengenalkan kelor kepada masyarakat.

Sebanyak 183 makanan tersebut mendapat rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai makanan dengan bahan utama kelor terbanyak di dunia. Penghargaan tersebut diberikan kepada Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) Sulteng, karena hingga saat ini belum ada daerah manapun yang membuat makanan dengan bahan utama kelor sebanyak 183 jenis.

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola memberikan apresiasi atas terselenggaranya festival makanan olahan berbahan kelor yang dicatat oleh MURI tersebut. Gubernur meminta seluruh masyarakat untuk tetap melestarikan kelor ini sebagai kuliner khas Sulteng.

"Hari ini APJI sukses berkreasi membuat kuliner berbahan baku kelor. Ada 183 jenis. MURI akhirnya memberikan penghargaan kepada APJI. Pemprov Sulteng akan mematenkan produk ini agar nanti tidak diakui oleh negara lain seperti kasus yang sudah-sudah," ujar Longki di Palu, Senin (5/12).

Dalam beberapa referensi kelor mengandung vitamin C tujuh kali lipat daripada jeruk. Kelor juga mengandung vitamin A empat kali lipat lebih banyak daripada wortel. Selain itu juga memiliki potasium tiga kali lipat daripada pisang, juga mengandung kalsium empat kali lipat lebih banyak daripada susu. Sedangkan kandungan proteinnya dua kali lipat daripada susu.

Editor: Baskoro

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post