Monday 8 May 2015 / 22:03
  • Hingga Jumat (3/4), 1.986 orang di Indonesia Positif Covid-19, 134 orang sembuh, dan 181 meninggal.
NASIONAL

17 Dubes RI yang Baru : Djauhari hingga Todung Mulya Lubis

Djauhari Oratmangun dan SH Sarundayang mengucapkan sumpah janji, saat Pelantikan 17 Dubes Baru di Istana Negara, 20/2/2018. (Foto: Media Sekpres)

Latar belakangnya bermacam-macam, mulai dari aktivis yang di black list di era Orde Baru, pengurus Dewan Pers, mantan Dubes, hingga perwira tinggi polisi.

JAKARTA- KABARE.ID : Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik 17 Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia yang baru untuk Negara Sahabat, di Istana Negara, Selasa (20/2/2018). Di antaranya Djauhari Oratmangun Dubes RI untuk Republik Rakyat Tiongkok, Prof. Dr. Todung Mulya Lubis, Dubes RI untuk Norwegia merangkap Islandia, pengurus Dewan Pers dan mantan Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundayang, dan Arif Havas Oegroseno, S.H., LL.M, Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman, menggantikan Fauzi Bowo. 

Sebelum menjalani pelantikan, pada 23 Oktober 2017, mereka yang pada saat itu masih berstatus Calon Duta Besar RI, telah menjalani uji kelayakan di Komisi I DPR-RI. Dan dinyatakan lulus.

Presiden Joko Widodo memimpin pelantikan 17 Dubes Baru di Istana Negara, 20/2/2018. (Foto: Media Sekpres)

 

Pengangkatan para Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBB RI) ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 30/P/2018. Presiden Jokowi langsung memimpin pengambilan sumpah jabatan. Masing-masing dubes bersumpah janji menurut agamanya masing-masing.

Para pejabat negara yang hadir menyaksikan pelantikan dan sumpah jabatan itu antara lain Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Selain itu, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Wakapolri Komjen Syafruddin.

 

Menarik Perhatian

Presiden Joko Widodo membacakan sumpah janji yang ditiru-ucapkan oleh 17 Duta Besar yang dilantik. (Foto: Media Sekpres)

 

Beberapa sosok dubes baru yang mendapat perhatian khusus antara lain Djauhari Oratmangun dan Todung Mulya Lubis. Mengapa? Djauhari adalah diplomat kawakan yang menjabat Staf Khusus Menteri Luar Negeri untuk isu-isu strategis. Sebelumnya menjabat Duta Besar luar biasa dan berkuasa Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus. Kini mendapat kepercayaan sebagai Dubes RI untuk Republik Rakyat Tiongkok. Baik dari segi ekonomi, sosial budaya, hingga sejarah, Tiongkok atau Cina mempunyai hubungan khusus dengan Nusantara/ Indonesia sejak berabad-abad lampau hingga sekarang.  

Todung Mulya Lubis, citranya lekat sebagai aktivis, ahli hukum dan pengacara terkenal. Mendirikan The Law Office of Mulya Lubis and Partners pada tahun 1991 yang kemudian lebih dikenal dengan nama Lubis Santosa and Maulana Law Offices. Saat bekerja di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di era Orde Baru, ia masuk daftar hitam  pemerintahan Soeharto. Sedangkan di era (pasca) reformasi, ia termasuk pengacara Indonesia yang hadir dalam Advokat International People's Tribunal (IPT). Dimana ia ikut menjadi jaksa di forum yang berusaha mengusut kejahatan 1965. Dengan risiko, sebagian orang menganggap dia sebagai pengkhianat negara karena ikut dalam forum itu. Sebaliknya Presiden Jokowi mengangkatnya sebagai duta besar. 

Tanda tangan usai Dubes sumpah janji. (Foto: Media Sekpres)

 

Daftar 17 Nama Dubes LBBP RI 

1. Drs. Ade Padmo Sarwoni, M.A, Dubes RI untuk  ASEAN berkedudukan di Jakarta;

2. Sudirman Haseng S.E., M.Si, Dubes RI untuk Kerajaan Kamboja, berkedudukan di Phnom Penh; 

3. Prof. Dr. Iza Fadri, Dubes Besar untuk Republik Uni Myanmar, berkedudukan di Yangon;

4.  Dra. Marina Estella Anwar Bey, Dubes RI untuk Peru merangkap Negara Plurinasional Bolivia, berkedudukan di Lima;

5.  Dra. Niniek Kun Naryatie, Dubes RI untuk Argentina, merangkap Paraguay, dan Uruguay berkedudukan di Buenos Aires;

6. Drs. Djauhari Oratmangun, Dubes RI untuk Republik Rakyat Tiongkok, merangkap Mongolia, berkedudukan di Beijing;

7. Dr. Sudjatmiko, M.A, Duta Besar Republik Indonesia untuk Brunei Darussalam; 

8. Prof. Dr. Todung Mulya Lubis, Dubes RI untuk Norwegia merangkap Islandia, berkedudukan di Oslo;

9.  Arif Havas Oegroseno, S.H., LL.M, Dubes RI untuk Jerman;

10. Drs. Hermono, M.A, Duta Besar Republik Indonesia untuk Spanyol merangkap United Nations World Tourism Organization (UNWTO) di Madrid di Vientiane;

11. Des. R.P. Pratito Soeharyo, Dubes RI untuk Laos;

12. Hersindaru Arwityo Ibnu Wiwoho Wahyutomo, S.H., LL.M, Dubes RI untuk Portugal, di Lisbon;

13. Irjen Pol. (Purn.) Drs. M. Amhar Azeth, S.H, Dubes RI untuk Rumania merangkap Republik Moldova, berkedudukan di Buchares;

14. Muliaman Darmansyah Hadad, Ph.D., Dubes RI untuk Swiss merangkap Liechtenstein, berkedudukan di Bern;

15. Raden Mohammad Benyamin Scott Carnadi, S.H., M.B.A., LL.M, Dubes RI untuk Republik Fiji, merangkap Republik Kiribari, Republik Nauru dan Tuvalu. berkedudukan di Suva;

16. Drs. Rossalis Rusman Adenan,M.B.A, Dubes RI untuk Republik Sudan,dan merangkap Republik Eritrea, berkedudukan di Khartoum;

17. Dr. Sinyo Harry Sarundajang, Dubes RI untuk Filipina, merangkap Kepulauan Marshall, dan Republik Palau, berkedudukan di Manila. (ysh)

 

Dari berbagai sumber

Yusuf Susilo Hartono

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post