Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

1.624 Pekerja Informal di Wondama Terima Bantuan dari Pemerintah

Foto: Kabartimur.com

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan meyalurkan bantuan uang tunai kepada pekerja informal yang terdampak virus corona di Kabupaten Teluk Wondama.

TELUK WONDAMA – KABARE.ID: Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan secara resmi meyalurkan bantuan Tangan Kasih Provinsi Papua Barat kepada pekerja informal yang terdampak virus corona di Kabupaten Teluk Wondama, Senin (14/9/2020).

Bantuan yang diberikan berupa dana stimulus sebesar Rp600 ribu perbulan diberikan kepada 1.624 pekerja informal yang terdiri atas para pedagang kecil, penjual sayur, penjual pinang, juga para petani dan nelayan.

Mandacan menjelaskan bahwa Pemprov Papua Barat mengalokasikan dana sebesar Rp58,170 miliar untuk bantuan stimulus bagi 32.317 pekerja formal dan informal yang tersebar di 12 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Papua Barat.

“Untuk Wondama sebanyak 1.624 orang dengan total anggaran Rp2 miliar 923 juta 200 ribu. Dan kita bekerja sama dengan bank, ada BNI, Mandiri, dan BRI. Jadi hari ini kita serahkan berupa buku tabungan dan ATM,” kata Dominggus Mandacan, saat memberikan sambutan.

Dominggus menargetkan bantuan akan disalurkan dalam tiga tahap, dimana untuk tahap pertama meliputi bulan April, Mei dan Juni, sehingga dana yang masuk ke rekening penerima adalah Rp1,8 juta.

“Saya berharap dana itu dimanfaatkan dengan baik,” ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Dominggus juga secara simbolis menyerahkan bantuan bapok tahap kedua bagi masyarakat Wondama yang terdampak Covid-19. Jumlah bapok yang disalurkan ke Wondama sebanyak 3.001 paket, berisi 10 kg beras, 1 kg tepung, 1 liter minyak goreng, dan 1 kg gula.

Bupati Teluk Wondama, Bernadus Imburi mewakili penerima bantuan menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Pemprov Papua Barat yang telah menunjukkan perhatian kepada masyarakat.

“Saya atas nama kami semua, menyampaikan terima kasih banyak,” kata Imburi. (*)

 

Sumber: Kabartimur.com

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post