Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

160 Pembicara akan Berbagi Inspirasi di UWRF 2018

Ilustrasi: Tumpukan buku. (Pixabay)

Sebanyak 160 pembicara dari 30 negara siap membagikan inspirasi di Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2018 yang akan digelar pada 24-28 Oktober.

DENPASAR–KABARE.ID: UWRF akan menjadi perhelatan sastra terbesar di Asia Tenggara. Nama-nama besar berlatar belakang penulis, seniman, musisi, jurnalis, pelestari alam, dan lainnya akan ambil bagian dalam acara ini.
 
Pembicara yang akan hadir adalah Hanif Kureishi (Inggris). Hanif adalah pembuat film, novelis, dan penulis naskah drama. Ada juga peraih Miles Franklin Award asal Australia Kim Scott. Novelis dan esais asal Amerika Serikat Geoff Dyer juga datang. Bintang sastra tersebut akan berbagi space dengan penulis memoar Fatima Bhutto dari Pakistan.
 
Pembuat film asal Amerika Uzodinma Iweala yang juga merupakan CEO The Africa Center di New York juga akan bergabung di UWRF. Ada juga Direktur Greenpeace Asia Tenggara Yeb Sano (Filipina) hingga Janet Steele. Janet Steele adalah penulis buku Mediating Islam dan fokus pada bahasan Islam, jurnalisme, hingga demokrasi di Indonesia juga Malaysia.

Selain mancanegara, peserta lokal juga tidak kalah menginspirasi. Beberapa menteri Kabinet Kerja akan ikut bergabung. Ada juga Yenny Wahid selaku pegiat kebebasan beragama dan putri Presiden Keempat RI KH Abdurrahman Wahid. Yenny akan bergabung bersama Ndaba Mandela selaku pendiri Africa Rising Foundation termasuk cucu Nelson Mandela.
 
UWRF juga menghadirkan penyair legendaris Supardi Djoko Damono. Ada juga nama besar seperti Dewi “Dee” Lestari, Leila S Chudori, Aan Mansyur, hingga Avianti Armand. Bergabung juga penulis dan sutradara Djenar Maesa Ayu, pelopor Kelas Cerpen Putu Fajar Arcana, hingga penyunting dan penyair Warih Wisatsana. Di luar itu, ada nama muda Indonesia yang telah menelurkan karya dan prestasi luar biasa.
 
UWRF 2018 akan mengangkat tema ‘Jagadhita’. Artinya, kebahagiaan dan kesejahteraan jagad raya serta pencarian manusia akan keselarasan hidup.
 
Dalam kegiatan nanti, tajuk di balik sastra dan budaya akan dikupas secara menarik. Bahasan diyakini akan meluas hingga pelestarian alam, feminisme, politik, spiritual, juga beragam isu global.

Melalui Yayasan Mudra Swari Saraswati, UWRF juga akan melakukan penggalangan dana untuk korban gempa Lombok. (rls/bas)
 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post